Catatan dari pelaksanaan MUNAS V PPGI di Denpasar, Bali
Rasa lelah barangkali masih terasa oleh setiap peserta dan terutama oleh anggota panita perhelatan akbar MUNAS V Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) tanggal 29 Oktober sampai tanggal 1 November 2009 kemarin. Semua panitia telah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini dengan segenap kemampuan yang ada, sementara para peserta kelelahan karena mengikuti sidang-sidang komisi, rapat pleno serta pemilihan ketua umum ditambah kecapaian karena perjalanan wisata baik wisata pemandangan alam dan budaya juga terutama wisata belanja, Bali memang pulau surga, the paradise island.
Saya percaya kenangan manis telah terukir di hati masing-masing peserta MUNAS kali ini, semua perawat gigi yang hadir tentu akan merasa berbesar hati karena ternyata ada begitu banyak harapan dan janji yang bisa digapai di masa depan. Harapan semua insan perawat gigi Indonesia bagi kemajuan dan kejayaan profesi yang tentunya akan membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi setiap anggotanya. Janji yang diucapkan oleh pimpinan PPGI yang baru terpilih, janji suci untuk memenuhi harapan semua anggota.
Continue Reading 3 comments November 3, 2009
Apakah Perawat Gigi itu Sama Dengan Perawat?: Laporan dari acara workshop keperawatan
Dalam presentasinya di hadapan puluhan peserta “Workshop Kebijakan Pelayanan Keperawatan” di Bandung tanggal 4-6 Juni 2009 kemarin, ketua umum DPP Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) ibu Rina Lucyawati, S.Pd, M.Kes dengan percaya diri mengatakan bahwa perawat gigi itu bukan perawat, karena dua profesi ini mempunyai perbedaan mendasar dalam body of knowledge dan bentuk pelayanannya.
Pertanyaan berikutnya adalah di manakah letak kesamaan dua profesi tersebut sehingga perawat gigi dikelompokkan ke dalam tenaga kesehatan keperawatan (Permenkes RI No.1035/1998) ?, dengan serius ibu Lucy (Panggilan ibu ketua umum DPP PPGI) menjawab bahwa perawat gigi memiliki kompetensi dalam ruang lingkup pelayanan klinis yang dinamakan asuhan kesehatan (keperawatan?) gigi.
Continue Reading 2 comments June 6, 2009
Basic Package of Oral Care
Baru-baru ini penulis men-download sebuah monograph yang diterbitkan oleh the WHO Collaborating Centre for Oral Health Care Planning and Future Scenarios College of Dental Science University of Nijmegen, The Netherlands, berikut disajikan rangkumannya :
A. Latar Belakang
Perawatan dan pengobatan gigi dan mulut masih dianggap sebagai layanan sekunder/tertier yang mahal di berbagai negara, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan di tengah-tengah masyarakat yang kurang beruntung. Sementara itu masalah tingginya angka kesakitan gigi dan mulut masih merupakan beban kesehatan masyarakat yang dapat menurunkan kualitas kehidupan masyarakat serta menjadi faktor risiko masalah-masalah kesehatan yang lebih kompleks.
Basic Package of Oral Care / BPOC (Paket Dasar Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut) merupakan sebuah konsep program yang dihasilkan setelah melalui proses penggabungan konsep-konsep dan pendekatan-pendekatan yang telah lama dikembangkan pada dekade terakhir ini. Landasan dasar dari BPOC ini adalah efektifitas program kesehatan gigi dan mulut yang acceptable (gampang diperoleh), feasible (layak diselenggarakan) dan affordable (murah) yang terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.
Sebagai landasan filosofis dari BPOC ini adalah filosofi Primary Health Care (PHC) yang menegaskan pelayanan pencegahan penyakit yang murah, berkesinambungan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan sebenarnya dari masyarakat sasaran pelaksanaan program.
Continue Reading Add comment March 18, 2009
Global Direction on Oral Health Care
According to the WHO Global Oral Health Programme (ORH) published on official WHO website , the main emphasis of oral health care development has been focused on oral health promotion and oral disease prevention. Furthermore, the WHO has set up a global strategy for prevention and control of these diseases, endorsed in 2000 by the Fifty-third World Health Assembly (resolution WHA 53.17).
Continue Reading Add comment March 16, 2009
Perawat Gigi Indonesia, Mau Ke Mana?
Barangkali akan ada bermacam-macam interpretasi terhadap judul tulisan kali ini, yang jelas maksud awal dari judul tersebut adalah menyajikan pertanyaan retoris, yang jawabannya tentu bisa sangat panjang dan mungkin juga dapat menimbulkan perdebatan yang seru.
Sebenarnya, latar belakang postingan kali ini adalah karena saya mendapatkan pertanyaan ini secara verbal pada rapat yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD pada hari Jum’at 27 Februari 2009 yang baru lalu. Rapat yang secara umum membahas mengenai Grand Strategy Pelayanan Kesehatan Gigi di Indonesia ini juga membahas mengenai eksistensi perawat gigi sebagai salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.
Continue Reading 16 comments March 2, 2009
Silabus MK Epidemiologi D IV PGP JKG Poltekkes Bandung
Buat para mahasiswa D IV Perawat Gigi Pendidik JKG Poltekkes Bandung, anda dapat mengakses silabus MK Epidemiologi dengan mengklik link di bawah ini
SILABUS EPIDEMIOLOGI D IV PGP JKG BANDUNG
Selamat Belajar
2 comments February 12, 2009
Silabus MK Metodologi Penelitian D IV JKG Poltekkes Bandung
Salam
Selamat datang mahasiswa progran Diploma IV Perawat Gigi Pendidik dan Dental Asisten Spesialis Bedah Mulut.
Berikut dapat anda akses silabus mata kuliah Metodologi Penelitian yang saya ampu dengan meng-klik link dibawah ini:
http://www.ziddu.com/download/3620658/Metlit%20D%20IV.pdf.html
Selamat Belajar
Salam
1 comment February 12, 2009
UU BHP dan Poltekkes Depkes RI
Pada tanggal 15-16 Januari 2009 lalu telah diselenggarakan seminar yang membahas masa depan Poltekkes Depkes RI, seminar ini digagas oleh Pusdiknakes Depkes RI dan mengambil tempat di Aula Pusdiklat Depkes RI Jakarta. Peserta yang hadir adalah para Direktur, Ketua Jurusan serta Ketua Program Studi dari hampir seluruh Poltekkes Depkes di Indonesia.Sungguh sebuah seminar yang meriah, hiruk pikuk tepatnya.
Continue Reading Add comment January 23, 2009
Politik dalam Upaya Kesehatan Gigi & Mulut di Indonesia
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia faktanya masih merupakan program marjinal dalam mainstream pembangunan kesehatan Indonesia. Hal ini dapat di lihat dari prioritas pembangunan kesehatan nasional yang masih didominasi oleh upaya-upaya penurunan Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu dan sebagainya. Implementasi program-program kesehatan gigi sepertinya tenggelam di tengah hiruk pikuk kesibukan pemerintah dalam menanggulangi beban penyakit-penyakit yang disinyalir sebagai penyebab kematian utama rakyat. Kesakitan gigi tetap saja dipandang sebelah mata karena anggapan sebagian besar masyarakat bahwa tidak ada orang mati karena sakit gigi.
Continue Reading Add comment December 9, 2008
Angin Segar dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Selama tiga hari dari tanggal 6 sampai dengan 8 Agustus 2008 kemarin, suasana di kompleks gedung Bapelkes Banjarbaru, Kalimantan Selatan terasa meriah, Sebuah spanduk bertuliskan “Selamat Datang Peserta Rapimnas PPGI V” yang dipasang di pintu aula utama Bapelkes menjelaskan bahwa kemeriahan itu berasal dari lebih dari 60 orang peserta utusan/pimpinan dari 16 DPD PPGI seluruh Indonesia yang sedang bekerja keras merumuskan arah kebijakan organisasi profesi para perawat gigi itu.
Continue Reading 10 comments August 9, 2008